Tanggal 18-22 Maret lalu, akhirnya MGR III dilaksanakan. Dengan jumlah peserta 36 orang dari Jakarta dan Bandung, kemudian dibagi menjadi 7 kelompok ini berangkat pada hari Rabu malam dari GMAHK M.T. Haryono, Jakarta, sekitar jam 10.30 malam. Turut serta pula Pdt. Rudi Situmorang (Direktur PA Konferens Jawa Barat) bergabung di kelompok 2, Pdt. K. R. Sagala (Direktur PA UIKB), dan Pdt. Yabut (Direktur PA Divisi Asia Pasifik Selatan).
18 Maret
Seluruh peserta MGR 3 berkumpul di GMAHK M.T. Haryono dan disambut oleh Pdt. Ronny Wenas (Sekretaris Konferens DKI Jakarta). Kak Damar dan kak Zelda memimpin acara pergantian kacu MG menjadi kacu peserta MGR3.
Renungan malam ini dibawakan oleh Pdt ….. yang menasehat para peserta agar jangan pernah menyerah menghadapi segala tantangan dan rintangan. Renungan ini sangat membakar semangat peserta sehingga mereka tak sabar lagi untuk memulai kegiatan MGR 3 ini. MG Halomoan (Ciracas) terpilih menjadi Danlas pertama.
Barulah setelah itu seluruh rombongan berangkat menuju Ciampea, Bogor, dan sampai di lokasi sekitar jam 1 malam dan langsung disambut oleh Pdt. Jacky Runtu (Direktur PA Konferens DKI Jakarta).
Semua handphone peserta disita, dan semua baterai yang diminta panitia untuk dibawa diambil. Kemudian peserta diinstruksikan untuk segera membuat bivak ponco beregu. Berbagai bentuk bivak terlihat sangat bervariasi. Ada yang terlihat kokoh, ada yang terlihat seperti ‘rumah gadang’, ada yang seperti habis diterjang banjir :p Tapi bagaimanapun bentuknya, yang penting bisa berteduh. Masing-masing mulai mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru ini – alam. Setelah berhasil mulai beradaptasi dengan berkemah tanpa tenda seperti camping biasanya, sesama peserta mulai saling mengenal lebih dekat lagi satu sama lain. Mengingat masih ada 4 hari lagi mereka akan hidup bersama di bawah satu bivak, pepohonan dan langit Ciampea dan Gunung Bundar.
19 Maret 2009
Puji Tuhan peserta bagun pagi-pagi subuh dengan tubuh yang sehat dan belum ada keluhan sakit. Peserta berbaris di lapangan, mengikuti kebaktian renungan pagi yang dipimpin oleh regu 1, dan setelah itu olah raga pagi yang dipimpin oleh Kak Robert.
Kegiatan pertama di MGR 3 ini adalah panjat tebing. Kak Damar dibantu oleh kak Dame, kak Andri Suwandi, kak Edy Nugroho, dan kak Riman. Satu per satu peserta MGR 3 dari kelompok pertama mencoba memanjat tebing yang tingginya kira-kira4 meter lebih. Beberapa terlihat lincah, dan beberapa terlihat agak kesusahan sewaktu memanjat tebing ini. Empat peserta berhasil memanjat sampai atas. Mereka adalah Royke, Dodi Tumundo (Bogor), Jupiter (Makarios), dan Stanley.
Setelah semua peserta selesai memanjat tebing, kelompok 6 & 7 naik ke atas tebing dan mulai menuruni tebing. Karena waktunya tidak cukup, maka hanya dua kelompok ini yang mendapat kesempatan turun tebing. Tak lupa, Pdt. K. R. Sagala juga tak kalah memanjat tebing Ciampea ini, dan berhasil.

Selanjutnya menuju sungai Cianten untuk ORAD. Sungai ini berjarak hanya 20 menit dari lokasi awal di Ciampea. Peserta makan siang dari bekal yang telah dipersiapkan dari pagi hari. Kemudian langsung bersiap-siap memakai peralatan ORAD, dan menerima instruksi dari para skipper agar perjalanan di sungai berjalan lancar, seru, dan selamat sampai di tujuan.
Di kelas ORAD ini, teori dari kak Haris yang diterima dua minggu sebelumnya di GMAHK Kebayoran dipraktekkan. Peserta turun masuk ke dalam air dan berlatih cara menaiki perahu kembali. Lalu bagaimana cara tetap meluncur di dalam sungai ketika tidak berada di atas perahu.
Perjalanan ORAD ini berlangsung sekitar 3 jam. Biarpun capek, yang penting serunyaaa!!! Semua peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kepahaman ORAD ini.
Selesai ORAD, semua rombongan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bundar. Berjalan ‘sedikit’ selama 2 jam untuk sampai di lokasi perkemahan, dan langsung membuat bivak ponco perorangan. Setelah selesai berbenah, hari pertama ini belum selesai sampai di situ. Masih dilanjutkan dengan kelas Navigasi yang dibawakan oleh kak Andri Suwandi.
Benar-benar hari yang melelahkan… Tapi menyenangkan. Renungan malam dibawakan oleh regu 2. Setelah itu barulah para peserta beristirahat untuk kegiatan esok hari.
(to be continued)
