Feeds:
Posts
Comments

Master Guide Reinforcement. Nama itu tentu bukan nama yg asing bagi orang SDA di DKI Jakarta , khususnya bagi para pegiat MG seperti saya. Ketika mengenal MGR dan mengetahui kandungan acaranya, ibarat menemukan jodoh, saya langsung terkesan, takjub dan ingin sekali mengikuti acara tersebut. Pasalnya, performance dan komposisi acara yg ditawarkan merupakan impian dan cita-cita yg saya cari selama ini. Bagaimana bisa hidup di alam liar dgn keterbatasan bekal dan perlengkapan yg saya miliki, bagaimana cara melakukan evakuasi yg baik dan tepat kepada orang yg mengalami kecelakaan dan bagaimana mengalahkan segala ego yg kumiliki, semuanya terhidang di acara MGR ini. Bahkan yg tak kalah pentingnya, sebagai seorang Pemimpin yg notabene adalah seorang Pelayan, saya harus mampu bekerja di bawah tekanan lingkungan (keadaan), dan harus sabar, rendah hati, tidak gampang marah dan bahkan harus bisa tetap tenang dan senang menerima semua beban, tugas dan perintah yg diberikan oleh para instruktur MGR itu. Saya sendiri hampir tak percaya dapat melampaui itu semua. Kami hidup berpindah-pindah tempat, persediaan makanan yg diberikan panitia pun pas-pasan, disuruh berjalan di tanjakan yg tak habis-habisnya, tidur berhimpitan di tengah hutan dan beratapkan bivak. Bahkan, semua aktifitas itu kami lakukan di bawah siraman hujan. Yang tak kalah seru adalah tatkala bangun tidur, lalu membongkar bivak, masak dan sarapan, kami hanya diberi waktu 30 menit. Karena setelah itu, Group kami harus bergabung dengan Group lain, dan kami harus segera bergerak pindah dari wilayah itu menuju tempat yg lain sambil memanggul Ransel masing-masing. Sesungguhnya, kondisi demikianlah yg umat SDA hadapi bila kepicikan Jakub terjadi kelak, saat dimana umat SDA harus lari ke Gunung-gunung dan bertahan hidup di sana .. Peran seorang Master Guide sangat penting dalam peristiwa itu. Meskipun ada rasa kebanggaan sendiri karena dapat melampaui tantangan di even MGR, namun itu tidak membuat saya jadi sombong diri, tapi justru sebaliknya, saya menjadi dituntut utk tetap rendah hati dan semakin peduli dgn orang lain. Sebab segala yg saya lampaui itu, ternyata bukan karena kemampuan saya sendiri, melainkan tak terlepas dari kerja sama yg kami lakukan dgn peserta MGR yg lainnya yg notabene memiliki beragam usia dan karakter. Sungguh suatu pengalaman yg tak terlupakan. Oleh karena itulah, saya sangat menganjurkan sekali agar setiap Master Guide yg ada di seluruh DKI Jakarta bahkan di UIKB, mengikuti acara ini. Percayalah, acara Master Guide Reinforcement ini sangat bagus, dan luar biasa pengaruhnya bagi kita, pribadi. Mari para Master Guide, daftarkanlah diri anda di acara Master Guide Reinforcement- IV ini. Mari para Jemaat, utuslah Master Guide anda di acara ini dan Milikilah Master Guide yg Tangguh di Jemaatmu.

Ayo Buruan Ikut MGR IV

Pendaftaran Sudah Dibuka!!!

Sampai Saat Ini Jumlah Orang Yang Sudah Ikut Telah Mencapai 20an Orang Yang Berasal Dari DKI, JABAR, Dari Daerah Sumatera.
Biaya Murah Kok, Cuma Rp.400,000 (All Cover, Tidak Termasuk Biaya Bandung-Jakarta & Sebaliknya, Sumatera-Jakarta & Sebaliknya)!!!

Untuk Info Hubungi:
MG TRI NUGROHO 08154020145
MG Pdt. NAPPOE 081395400066

MGR IV

Nantikan pengumuman lengkap tentang waktu dan tempat pelaksanaan MGR IV di bulan April 2010!

Terima kasih, Tuhan memberkati

MGR III

Tanggal 18-22 Maret lalu, akhirnya MGR III dilaksanakan. Dengan jumlah peserta 36 orang dari Jakarta dan Bandung, kemudian dibagi menjadi 7 kelompok ini berangkat pada hari Rabu malam dari GMAHK M.T. Haryono, Jakarta, sekitar jam 10.30 malam. Turut serta pula Pdt. Rudi Situmorang (Direktur PA Konferens Jawa Barat) bergabung di kelompok 2, Pdt. K. R. Sagala (Direktur PA UIKB), dan Pdt. Yabut (Direktur PA Divisi Asia Pasifik Selatan).

18 Maret
Seluruh peserta MGR 3 berkumpul di GMAHK M.T. Haryono dan disambut oleh Pdt. Ronny Wenas (Sekretaris Konferens DKI Jakarta).  Kak Damar dan kak Zelda memimpin acara pergantian kacu MG menjadi kacu peserta MGR3.

Renungan malam ini dibawakan oleh Pdt ….. yang menasehat para peserta agar jangan pernah menyerah menghadapi segala tantangan dan rintangan. Renungan ini sangat membakar semangat peserta sehingga mereka tak sabar lagi untuk memulai kegiatan MGR 3 ini. MG Halomoan (Ciracas) terpilih menjadi Danlas pertama.

Barulah setelah itu seluruh rombongan berangkat menuju Ciampea, Bogor, dan sampai di lokasi sekitar jam 1 malam dan langsung disambut oleh Pdt. Jacky Runtu (Direktur PA Konferens DKI Jakarta).

Semua handphone peserta disita, dan semua baterai yang diminta panitia untuk dibawa diambil. Kemudian peserta diinstruksikan untuk segera membuat bivak ponco beregu. Berbagai bentuk bivak terlihat sangat bervariasi. Ada yang terlihat kokoh, ada yang terlihat seperti ‘rumah gadang’, ada yang seperti habis diterjang banjir :p Tapi bagaimanapun bentuknya, yang penting bisa berteduh. Masing-masing mulai mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru ini – alam. Setelah berhasil mulai beradaptasi dengan berkemah tanpa tenda seperti camping biasanya,  sesama peserta mulai saling mengenal lebih dekat lagi satu sama lain. Mengingat masih ada 4 hari lagi mereka akan hidup bersama di bawah satu bivak, pepohonan dan langit Ciampea dan Gunung Bundar.

19 Maret 2009
Puji Tuhan peserta bagun pagi-pagi subuh dengan tubuh yang sehat dan belum ada keluhan sakit. Peserta berbaris di lapangan, mengikuti kebaktian renungan pagi yang dipimpin oleh regu 1, dan setelah itu olah raga pagi yang dipimpin oleh Kak Robert.

Kegiatan pertama di MGR 3 ini adalah panjat tebing. Kak Damar dibantu oleh kak Dame, kak Andri Suwandi, kak Edy Nugroho, dan kak Riman. Satu per satu peserta MGR 3 dari kelompok pertama mencoba memanjat tebing yang tingginya kira-kira4 meter lebih. Beberapa terlihat lincah, dan beberapa terlihat agak kesusahan sewaktu memanjat tebing ini. Empat peserta berhasil memanjat sampai atas. Mereka adalah Royke, Dodi Tumundo (Bogor), Jupiter (Makarios), dan Stanley.

Setelah semua peserta selesai memanjat tebing, kelompok 6 & 7 naik ke atas tebing dan mulai menuruni tebing. Karena waktunya tidak cukup, maka hanya dua kelompok ini yang mendapat kesempatan turun tebing. Tak lupa, Pdt. K. R. Sagala juga tak kalah memanjat tebing Ciampea ini, dan berhasil.
Panjat Tebing

Selanjutnya menuju sungai Cianten untuk ORAD. Sungai ini berjarak hanya 20 menit dari lokasi awal di Ciampea. Peserta makan siang dari bekal yang telah dipersiapkan dari pagi hari. Kemudian langsung bersiap-siap memakai peralatan ORAD, dan menerima instruksi dari para skipper agar perjalanan di sungai berjalan lancar, seru, dan selamat sampai di tujuan.

ORAD

Di kelas ORAD ini, teori dari kak Haris yang diterima dua minggu sebelumnya di GMAHK Kebayoran dipraktekkan. Peserta turun masuk ke dalam air dan berlatih cara menaiki perahu kembali. Lalu bagaimana cara tetap meluncur di dalam sungai ketika tidak berada di atas perahu.

Perjalanan ORAD ini berlangsung sekitar 3 jam. Biarpun capek, yang penting serunyaaa!!! Semua peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kepahaman ORAD ini.

Selesai ORAD, semua rombongan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bundar. Berjalan ‘sedikit’ selama 2 jam untuk sampai di lokasi perkemahan, dan langsung membuat bivak ponco perorangan. Setelah selesai berbenah, hari pertama ini belum selesai sampai di situ. Masih dilanjutkan dengan kelas Navigasi yang dibawakan oleh kak Andri Suwandi.

Benar-benar hari yang melelahkan… Tapi menyenangkan. Renungan malam dibawakan oleh regu 2. Setelah itu barulah para peserta beristirahat untuk kegiatan esok hari.

(to be continued)

Berikut ini adalah materi-materi dari pertemuan tangal 8 Maret 2009.

Kesehatan Perjalanan
Outdoor Leadership
PBB
CPR
ORAD

Berikut ini adalah materi-materi dari pertemuan tangal 1 Maret 2009 (peserta Jakarta), dan 9 Maret 2009 (peserta Jawa Barat).

Outdoor Leadership
Fire Building & Camp Cookery
Tata Tertib
Kriteria Perlengkapan
Survival (menyusul)
Hiking (menyusul)

Never Sell Your Soul

thumb_tree-shadow2“Character is like a tree and reputation is like its shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing”
(Abraham Lincoln)

Orang orang yang tindakannya penuh dengan kepura puraan, tidak akan bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Sikap sepert ini akan menyerap energi yang sangat luar biasa besarnya, dan juga menunjukkan rendahnya rasa percaya diri yang dimilikinya.
Mereka selalu melandaskan ucapan dan tindakannya atas apa yang popular atau yang dia anggap popular, semata mata hanya ingin dipandang orang lain.
Mereka juga biasanya lebih mementingkan reputasi daripada apa yang patut dan yang layak. Hidupnya penuh sandiwara, dengan berbagai peran di berbagai kesempatan, namun sekali lagi, semata mata hanya ingin selalu dipandang baik oleh orang lain.
Yang paling parah, orang orang type ini, lebih merasa takut dipandang buruk tidak populer oleh orang orang disekelilingnya dibanding buruk dimata Tuhan.

Apapun yang anda lakukan, jangalah khianati nurani anda sendiri.

happynewyear MGRers….

Selamat Tahun Baru 2009

Semoga Berkat Tuhan senantiasa berlimpah kepada kita semua di sepanjang Tahun 2009 ini.

Begitu juga untuk  Program-program MGR yang telah dibuat di Tahun 2009 ini, khusunya untuk program perkemahan dan pelatihan MGR3 yang akan kita laksanakan di Bulan maret ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan yang kita harapkan dan merupakan kemuliaan bagi Nama Tuhan.

Rekan-rekan MGR, mohon masukannya untuk BLOG MGR, agar BLOG  MGR ini dapat berguna sebagai media informasi yang berguna bagi kita semua dan untuk para MGR3 yang merupakan calon MGR berikutnya.

Dept

Komunikasi

Hello Master Guide!

Selamat datang di blog Master Guide Reinforcement. Kumpulan Master Guide se-Konferens DKI dan sekitarnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

We are destined for greatness.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.